Breaking News
light_mode
Trending Tags

Melalui Teacher Wellbeing untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

  • account_circle Idisi
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Dina Martha Tiraswati, M.Pd

(Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat)
 

BANDUNG, DISDIK JABAR, IDISICOM – Secara harfiah, dalam bahasa Indonesia, pengertian wellbeing yaitu kesejahteraan. Dari berbagai definisi mengenai wellbeing, dapat diambil benang merah mengenai pengertian wellbeing, yaitu konsep kesejahteraan terdiri dari dua elemen utama; merasa baik dan berfungsi dengan baik. Perasaan bahagia, puas, senang, ingin tahu, dan keterlibatan adalah karakteristik seseorang yang memiliki pengalaman positif dalam hidup mereka — sama pentingnya bagi kesejahteraan adalah fungsi kita di dunia.

Mengalami hubungan positif, memiliki kendali atas kehidupan seseorang, dan memiliki perasaan memiliki tujuan adalah semua atribut penting dari kesejahteraan.
Memenuhi tuntutan industri 4.0, guru dituntut meningkatkan kualitas profesinya.

Profesi yang berkualitas tidak akan tercapai jika guru tidak memiliki pribadi berkualitas, sekaligus sejahtera. Oleh karena itu, guru perlu mengalami kondisi wellbeing, yaitu perasaan sejahtera, baik secara fisik maupun psikis. Teacher wellbeing secara mendalam dapat diartikan sebuah kondisi evaluasi emosional dan kognitif guru terhadap kehidupan mereka yang berkaitan dengan kebahagiaan, kedamaian, pemenuhan, dan kepuasan hidup.

Teacher wellbeing dibangun oleh dua komponen umum, yaitu dimensi kognitif dan afektif. Kepuasan hidup (life satisfaction) adalah salah satu bagian dari dimensi kognitif karena berkaitan dengan keyakinan evaluatif tentang kehidupan guru.

Dimensi kognitif mencakup bidang kepuasan/domain kepuasan individu dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang yang berhubungan dengan diri sendiri, keluarga, komunitas, kesehatan, keuangan, pekerjaan, dan waktu luang.

Sedangkan dimensi afektif adalah dimensi dasar teacher wellbeing, dimana di dalamnya termasuk suasana hati dan emosi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Masalah teacher wellbeing dapat muncul akibat tuntutan peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan.

Stres kerja memiliki pengaruh signifikan pada terwujudnya teacher wellbeing. Sebaliknya, kemampuan membangun teacher wellbeing akan berdampak pada peningkatan rasa bahagia dan kualitas dalam beraktivitas sehingga berdampak pada peningkatan kinerja.

Kesejahteraan guru atau teacher wellbeing merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia dalam bidang pendidikan. Hal tersebut disebabkan banyaknya tuntutan yang diberikan oleh pihak sekolah, namun tidak sebanding dengan wellbeing yang dirasakan.

Banyaknya tuntutan yang diberikan pada guru oleh pihak sekolah dapat memengaruhi kondisi wellbeing guru dan meningkatkan stres. Berikut beberapa strategi melalui teacher wellbeing yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan:

Baca Juga  Obituari : Mang Ihin Penyelamat Ketahanan Pangan Melalui Konsep Gogo Rancah

1. Program Pelatihan dan Pengembangan Profesional
Menyediakan pelatihan reguler dan kesempatan pengembangan profesional untuk guru agar dapat terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Fokus pada penggunaan metode pengajaran yang inovatif dan terkini serta integrasi teknologi dalam pembelajaran.
2. Dukungan Psikologis dan Emosional
Menyediakan dukungan konseling dan mentoring untuk membantu guru mengelola stres, tekanan, dan beban kerja.
Mendorong budaya kerja yang mendukung komunikasi terbuka dan saling pengertian di antara staf sekolah.
3. Manajemen Waktu dan Beban Kerja yang Seimbang
Mengelola beban kerja guru dengan bijak dan menyediakan dukungan tambahan saat diperlukan, seperti asisten pengajar atau penugasan tugas tambahan.
Memastikan penugasan tugas sesuai keahlian dan minat guru.
4. Pengakuan dan Apresiasi
Memberikan pengakuan dan apresiasi kepada guru atas prestasi mereka, baik dalam bentuk penghargaan formal, pemberian insentif, atau pengakuan sederhana.
Mendorong budaya apresiasi di antara staf dan siswa.
5. Fasilitas dan Lingkungan Kerja yang Nyaman
Memastikan fasilitas fisik dan lingkungan kerja yang nyaman dan aman untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental guru.
Menyediakan fasilitas penunjang, seperti ruang istirahat dan area rekreasi.
6. Partisipasi Guru dalam Pengambilan Keputusan
Mendorong partisipasi guru dalam proses pengambilan keputusan yang terkait dengan kebijakan sekolah dan program pembelajaran.
Memberikan ruang bagi gagasan dan masukan guru dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran.
7. Pendekatan Kolaboratif
Mendorong kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kerja sama tim.
Menyelenggarakan pertemuan rutin untuk berbagi ide dan pengalaman, menciptakan atmosfer yang mendukung.
8. Pengelolaan Konflik yang Efektif
Memberikan pelatihan dalam manajemen konflik untuk membantu guru menyelesaikan masalah interpersonal dengan cara yang konstruktif.

Mendorong komunikasi terbuka dan pemecahan masalah kolaboratif.
Membangun teacher wellbeing merupakan sebuah strategi sinergis harmonis yang perlu diupayakan oleh setiap guru dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Baca Juga  Kejuaraan Olahraga Pelajar (Kopel) Piala Wali Kota Cimahi tahun 2024 Secara Resmi Dibuka

Oleh karena itu, penting bagi pihak pimpinan sekolah untuk memperhatikan beban kerja guru serta merancang program yang mengeratkan interpersonal dan kedekatan antarguru.

Sehingga, bisa tercapai kesejahteraan guru yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja guru dan kemajuan pendidikan. Melalui teacher wellbeing, kepentingan guru sebagai pribadi berkualitas akan terpenuhi, sama halnya guru memenuhi kepentingan pekerjaan berkualitas yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.*** ( Imas )

  • Penulis: Idisi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Nasional Dalam Rangka Isra’ Miraj di Kampus Stai An-Nadwah Kuala Tungkal

    Seminar Nasional Dalam Rangka Isra’ Miraj di Kampus Stai An-Nadwah Kuala Tungkal

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kuala Tungkal, Idisi Media,- Lembaga Dakwah Kampus Forum Studi Mahasiswa (LDK FORSIMA) STAI An-Nadwah dan Mahasiswa/i Komunitas Kartu Indonesia Pintar – Kuiah (KIP-K) mengadakan Seminar Nasional dalam rangka Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksankan di Aula Kampus STAI An-Nadwah Kuala Tungkal dengan tema Menjawab Problematika Potensi Pemuda Milenial dalam Perspektif Al-Qur’an. Kamis (25/01/24). […]

  • Desa Wisata, Apakah bisa Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi?

    Desa Wisata, Apakah bisa Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi?

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh : Wanti IDISICOM – Sekarang ini banyak tempat wisata yang baru di buka. Antusias masyarakat untuk datang ke tempat-tempat wisata sangatlah tinggi, apalagi pada saat liburan sekolah, liburan lebaran, dan saat weekend. Di kutip dari republika.co.id, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan 6.000 desa wisata selama tahun 2024 (Ahad,18/2/2024) di Sentul […]

  • Amanda Soemedi Hadiri Acara Grand Final Kontes Juara Anak Sholeh

    Amanda Soemedi Hadiri Acara Grand Final Kontes Juara Anak Sholeh

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, IDISI.OR.ID – Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Amanda Soemedi Bey Machmudin menghadiri acara grand final Kontes Juara Anak Sholeh (KOAS) 2024 di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/4/2024). Dalam sambutannya, Amanda menyebut TP PKK Jabar selalu menyelenggarakan kegiatan KOAS untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan positif. “Dari kegiatan ini juga […]

  • Arus Balik Mudik Lebaran Di Jawa Barat, Tiga Jalur Alternatif Dapat Dimanfaatkan

    Arus Balik Mudik Lebaran Di Jawa Barat, Tiga Jalur Alternatif Dapat Dimanfaatkan

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, Idisi.or.id – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik Lebaran 2024. Jalur alternatif tersebut terdapat di pantai utara (pantura), tengah selatan, dan jalur pantai selatan (pansela) Jabar. Sekda Jabar Herman Suryatman menjelaskan, jalur alternatif yang disiapkan tersebut untuk mengurangi kepadatan yang kerap terjadi di jalur utama. Pemanfatan […]

  • Mengenal Sosok Lord Barok Content Creator Asal Bandung

    Mengenal Sosok Lord Barok Content Creator Asal Bandung

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Bandung, idisi.or.id – Mubarok atau yang lebih dikenal Lord Barok atau ganarcho indonesia adalah seorang content creator asal Indonesia yang lahir di Bandung Jawa Barat. Lord Barok cukup dikenal dengan video dan konten sepak bola nya. Selama menekuni bidangnya di dunia sepak bola Lord Barok pernah ikut Tim sekolah sepak bola promosi ke liga 3. […]

  • Jabar Komit Dalam Hal Penyediaan Air Bersih

    Jabar Komit Dalam Hal Penyediaan Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Idisi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, Idisicom – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menuturkan bahwa Jabar sedang dihadapkan dengan tantangan dalam penyediaan air bersih, pengendalian banjir, irigasi pertanian, dan penyediaan air minum yang merata bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, dalam konteks krisis perubahan iklim, tantangan tersebut menjadi lebih rumit. Hal tersebut disampaikan Bey dalam talkshow Hari Air Dunia […]

expand_less